Jl. Mojo No. 1 Karangasem, Laweyan, Surakarta
Bagian Informasi
0271-712728
LSP & Sertifikasi

1.         Latar Belakang

Skema sertifikasi pada LSP-P1 SMK Katolik Santo Mikael Surakarta disusun sebagai pedoman dalam melaksanakan dan mengembangkan standar penilaian kompetensi. Skema ini digunakan untuk membuat materi uji kompetensi (perangkat penilaian), melaksanakan uji kompetensi, menerbitkan sertifikat kompetensi, melakukan verifikasi Tempat Uji Kompetensi (TUK) serta memiliki tanggung jawab teknis dan administrasi atas implementasi, pembinaan dan pengembangan standar kompetensi dan sertifikasi kompetensi.

Skema sertifikasi profesi ini disusun berdasarkan tuntutan persyaratan: (1) program uji kompetensi nasional Kementrian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan,(2) kualifikasi personil yang dipersyaratkan dalam standar ISO (9001: 2008), dan  (3) persiapan menuju masyarakat ekonomi Asean (MEA) yang akan dimulai tanggal 31 Desember 2015. Sertifikasi profesi merupakan satu cara pemberian jaminan bahwa profesi yang disertifikasi memenuhi persyaratan dengan mengacu kepada profil/pemaketan kompetensi yang ditetapkan pada jabatannya.

Dengan demikian, untuk memastikan bahwa individu telah kompeten pada  jabatannya tersebut serta diperlukan proses asesmen dan sertifikasi, sehingga dapat dipastikan bahwa dengan kompetensi tersebut dapat menjalankan tugasnya secara efektif sesuai dengan standar proses/sistem/produk/kinerja di area kerja.

 

2.         Ruang Lingkup Penerapan

Skema sertifikasi ini diterapkan pada lingkup pekerjaan bidang pemesinan yang mempergunakan mesin frais, bubut dan NC/CNC dasar yang meliputi kegiatan: melaksanakan keselamatan kerja, menentukan kebutuhan kerja sesuai gambar dan spesifikasi, memasang benda kerja, mengoperasikan mesin berdasarkan parameter pemesinan dan prosedur keselamatan, dan mengukur komponen sesuai spesifikasi

 

3.         Tujuan Penyusunan Skema Sertifikasi

-     Sebagai acuan untuk memastikan bahwa sertifikasi dilakukan dengan menggunakan standar dan prosedur yang sama

-     Sebagai acuan Uji Kompetensi bagi PTUK dan Asesor

-     Memastikan dan memelihara kompetensi klaster sesuai dengan prosedur

 

4.         Acuan Normatif

Acuan-acuan yang digunakan mencakup:

-     ISO 17024: 2000. General requirements for bodies operating certification systems of persons

-     Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

-     Undang-undang Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian

-     Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

-     Peraturan Pemerintah R.I Nomor 23 tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi

-     Peraturan Pemerintah nomor 31 tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional

-     Permenakertrans R.I Nomor 5 tahun 2012 tentang Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional

-     Permenakertrans R.I  No. 8 tahun 2012 tentang Tatacara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

-     Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2009 (KBLUI 2009)

-     Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 1/BNSP/III/2014 tentang Pedoman Penilaian Kesesuaian Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi profesi

-     Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 4/BNSP/VII/2014 tentang Pedoman Pengembangan dan Pemeliharaan Skema Sertifikasi Profesi

-     Tuntutan persyaratan kompetensi dari persyaratan pasar (Owner Requirement)

 

5.         Paket/Skema Sertifikasi

Jenis skema sertifikasi klaster Pengoperasian Mesin Frais Dasar, adalah sebagai berikut:

NO

KODE UNIT

JUDUL UNIT

01

LOG.OO.01.002.01

Menerapkan prinsip-prinsip K3

02

LOG.OO.01.003.01

Menerapkan prosedur mutu

03

LOG.OO.18.001.01

Menggunakan perkakas tangan

04

LOG.OO.12.001.01

Menggunakan peralatan pembanding dan/alat akur dasar

05

LOG.OO.02.005.01

Mengukur dan menggunakan alat ukur

06

LOG.OO.09.002.01

Membaca gambar teknik

07

LOG.OO.07.007.00

Melakukan pekerjaan mesin frais

 

Jenis skema sertifikasi klaster Pengoperasian Mesin Bubut Dasar, adalah sebagai berikut:

NO

KODE UNIT

JUDUL UNIT

01

LOG.OO.01.002.01

Menerapkan prinsip-prinsip K3

02

LOG.OO.01.003.01

Menerapkan prosedur mutu

03

LOG.OO.18.001.01

Menggunakan perkakas tangan

04

LOG.OO.12.001.01

Menggunakan peralatan pembanding dan/alat akur dasar

05

LOG.OO.02.005.01

Mengukur dan menggunakan alat ukur

06

LOG.OO.09.002.01

Membaca gambar teknik

07

LOG.OO.07.006.00

Bekerja dengan mesin bubut

 

Jenis skema sertifikasi klaster Pengoperasian Mesin NC/CNC Dasar, adalah sebagai berikut:

NO

KODE UNIT

JUDUL UNIT

01

LOG.OO.01.002.01

Menerapkan prinsip-prinsip K3

02

LOG.OO.01.003.01

Menerapkan prosedur mutu

03

LOG.OO.18.001.01

Menggunakan perkakas tangan

04

LOG.OO.12.003.01

Mengukur dengan alat ukur mekanik presisi

05

LOG.OO.09.002.01

Membaca gambar teknik

06

LOG.OO.07.015.00

Mengeset mesin dan program mesin NC/CNC (dasar)

07

LOG.OO.07.027.00

Mengoperasikan mesin NC/CNC (Dasar)

 

6.         Persyaratan Dasar Pemohon Sertifikasi

Persyaratan Dasar:

-     Guru atau siswa SMK Katolik St. Mikael Surakarta, Guru atau siswa mitra SMK Katolik St. Mikael Surakarta dengan Paket Keahlian Teknik Pemesinan dan peserta pelatihan yang telah memperoleh materi pembelajaran sesuai unit-unit kompetensi yang tercantum dalam klaster.

-     Peserta yang telah memperoleh rekomendasi dari Ketua Kompetensi Keahlian/Ketua Program Keahlian

 

7.         Hak Pemohon Sertifikasi dan Kewajiban Pemegang Sertifikat

7.1Hak Pemohon

-     Peserta yang kompetendalam asesmen kompetensidiberikan sertifikat kompetensi sesuai pencapaian unit yang direkomendasikan oleh asesor dan dievaluasi oleh manajemen PTUK.

-     Mempunyai hak banding jika dalam proses uji ada yang merasa dirugikan.

-     Pemohon berhak mengetahui besarnya biaya proses uji secara rinci.

 

7.2Kewajiban Pemegang Sertifikat

-     Mematuhi persyaratan skema sertifikasi terkini.

-     Tidak menyalahgunakan sertifikat yang dimiliki.

-     Sertifikasi yang diterima hanya untuk ruang lingkup sertifikasi yang telah diberikan.

 

8         Biaya Sertifikasi

-     Biaya sertifikasi dapat bersumber dari pemerintah, partisipasi masyarakat atau sumber dana lainnya.

-     Biaya uji terdiri dari biaya pendaftaran peserta, penerbitan sertifikat, honor asesor, penggandaan materi,biaya akomodasi dan transport asesor yang diperhitungkan sesuai kondisi dan rencana pelaksanaan asesmen.

 

9         Proses Sertifikasi

9.1Persyaratan Pendaftaran

-     Pemohon mengajukan permohonan mengikuti asesmen dengan mengisi form  APL-01 (Aplikasi Permohonan Sertifikasi).

-     Pemohon diberikan penjelasan tentang skema dan ruang lingkup sertifikasi.

-     Pemohon menyetujui persyaratan sertifikasi dan memberikan informasi yang diperlukan untuk penilaian.

-     Pemohon melampirkan fotokopi transkrip/raportsemester 1 dan 2, pas photo 3x4 berwarna sebanyak 4 lembar.

-     Pemohon berkebutuhan khusus akan diberikan penjelasan secara khusus tentang proses sertifikasi.

-     PTUK SMK akan menelaah berkas pendaftaran untuk konfirmasi bahwa pemohon sertifikasi memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam skema sertifikasi.

 

9.2Proses Asesmen

-     PTUK SMK akan menerapkan metoda dan prosedur asesmen yang disesuaikan terhadap persyaratan dasar pemohon sertifikasi.

-     Peserta diberikan Standar Kompetensi Kerja (SKKNI) sesuai pada skema sertifikasi yang akan diujikan.

-     Peserta melakukan uji mandiri dengan cara mengisi penilaian mandiri  (APL-02) yang telah dibuat PTUK SMK.

-     Peserta bertemu dengan Asesor Kompetensi (Konsultasi Pra Uji) mendiskusikan tentang pelaksanaan uji yang akan dilakukan termasuk metode yang akan digunakan.

-     Asesor melakukan verifikasi bukti-bukti secara obyektif dan sistematis sesuai persyaratan skema sertifikasi

-     Asesor akan melakukan asesmen lanjut,jika bukti-bukti telah memenuhi persyaratan aspek kecukupan VATM (valid, asli, terkini dan memadai).

 

9.3Proses Uji Kompetensi

-     Peserta Uji melaksanakan uji kompetensi di Tempat Uji Kompetensi sesuai dengan perencanaan.

-     Asesor mengumpulkan bukti-bukti baik secara langsung, tidak langsung maupun tambahan untuk menilai kompetensi peserta.

-     PTUK SMK akan menetapkan, mendokumentasikan dan memantau kriteria untuk kondisi uji kompetensi peserta sertifikasi.

-     Peralatan teknis yang digunakan dalam proses uji kompetensi harus diverifikasi atau dikalibrasi secara tepat.

-     Asesor memberikan rekomendasi keputusan sesuai bukti-bukti yang telah dikumpulkan peserta

-     Asesor segera melaporkan rekomendasi kepada PTUK SMK

 

9.4Keputusan Sertifikasi

-     PTUK SMK  akan melakukan sidang pleno untuk melakukan verifikasi berkas sertifikasidan menetapkan status kompetensi yang dibuat dalam berita acara, untuk proses penerbitan Sertifikat kompetensi.

-     Keputusan sertifikasi yang ditetapkan untuk peserta sertifikasi oleh PTUK SMK  harus berdasarkan informasi yang dikumpulkan selama proses sertifikasi. Personel yang membuat keputusan sertifikasi tidak boleh berperan serta dalam pelaksanaan ujian atau pelatihan peserta sertifikasi.

-     PTUK SMK memberikan sertifikat kepada semua peserta yang telah dinyatakan kompeten sesuai dengan hasil sidang pleno.

-     Peserta tidak diberikan sertifikat kompetensi klaster, jika semua unit yang diujikan masih terdapat unit kompetensi yang dinyatakan belum kompeten dan hanya diberikan Skill Pasportsesuai unit kompetensi yang telah dicapai,dan selanjutnya diberikan kesempatan 1 (satu) kali untuk mengulang unit kompetensi yang belum kompeten

-     Sertifikat kompetensi kerja berlaku dalam jangka waktu 3 Tahun setelah tanggal penerbitannya, dan dapat diperpanjang dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan

 

9.5Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat

-     PTUK SMK akan melakukan pembekuan apabila pemegang sertifikat menyalahgunakan kewenangan yang telah diberikan. Selama pembekuan sertifikat, pemegang sertifikat tidak diperkenankan melakukan kegiatan promosi terkait dengan sertifikasi yang telah dibekukan.

-     PTUK SMK akan melakukan pencabutan sertifikat, setelah proses pembekuan sertifikatselanjutnyapemegang sertifikat tidak diperkenankan menggunakan sertifikatnya sebagai bahan rujukan untuk kegiatannya.

9.6Pemeliharaan sertifikasi ( jika ada )

-     Survailen minimal dilakukan sekali dalam jangka waktu masa berlaku sertifikat kompetensi.

-     Bentuk surveilen bukti rekaman hasil pekerjaan / laporan di tempat kerja, baik secara langsung, fax ataupun email,  dan pengamatan langsung(witness)bila diperlukan.

 

9.7Proses Sertifikasi Ulang

PTUK SMK menetapkan persyaratan sertifikasi ulang sama seperti persyaratan pelaksanaan sertifikasi awal untuk menjamin bahwa profesi yang disertifikasi selalu memenuhi sertifikasi yang mutakhir dengan melaksanakan asesmen, apabila:

-     Peserta tidak bekerja lagi pada bidang sesuai kompetensinya lebih dari 2 tahun, maka peserta harus mengikuti pelaksanaan uji ulang kegiatan asesmen (praktek / unjuk performance).

-     Peserta tetap bekerja atau maksmal 1 tahun tidak bekerja sesuai bidang kompetensinya, maka cukup berupa portofolio rekaman pekerjaan yang memuaskan dan rekaman pengalaman kerja.

 

9.8Penggunaan Sertifikat

-     Memenuhi ketentuan skema sertifikasi.

-     Sertifikat hanya berlaku untuk ruang lingkup sertifikasi yang diberikan.

-     Tidak menyalahgunakan sertifikasi yang dapat merugikan PTUK SMK

-     PTUK SMK akan menghentikan semua kewenangan pemegang sertifikat yang berhubungan dengan sertifikat yang telah diterbitkan

-     Penyalahgunaan sertifikat kompetensi akan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku

 

9.9Banding

-     PTUK SMK akan menetapkan prosedur untuk menerima, melakukan kajian, dan membuat keputusan terhadap banding.

-     PTUK SMK akan menetapkan prosedur yang menjamin bahwa semua banding ditangani secara konstruktif, tidak berpihak dan tepat waktu.

-     Penjelasan mengenai proses penanganan banding dapat diketahui publik tanpa diminta.

-     PTUK SMK akan memberitahukan secara resmi kepada pemohon banding pada akhir proses penanganan banding.

Kalender Terkini
21
Agustus