SMK Mikael Surakarta

Ubah Sampah jadi Produk Bermanfaat

Liputan dari Humas Dirjen Diksi

Surakarta, Ditjen Vokasi - Karya-karya insan vokasi terlebih di sekolah menengah kejuruan (SMK) tak pernah ada habisnya. Kali ini, SMK Mikael Surakarta mengembangkan Eco Medium Manual Injection Machine. Inovasi ini tampil di Business Matching 2024 di Solo Technopark pada Selasa (21-05-2024). Secara umum, mesin injeksi manual merupakan mesin yang berguna untuk membuat berbagai macam produk, termasuk plastik. Unit produksi SMK Mikael Surakarta berinovasi dalam pengembangan mesin injeksi yang lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan sampah plastik.

“Mesin injeksi ini dapat memanfaatkan sampah plastik menjadi barang yang berguna, contohnya adalah dapat dibentuk menjadi pot bunga,” jelas Yohanes Margono selaku guru pendamping. Yohanes menerangkan bahwa sampah-sampah plastik yang terkumpul dapat dilebur dan dicetak melalui mesin tersebut sehingga bisa membentuk pot bunga. Dengan prosesnya yang mudah dan tak membutuhkan waktu lama, satu produksi pot bunga dapat diselesaikan kurang dari satu jam. “Pembuatan mesin injeksi ini juga sebagai bentuk penerapan Kurikulum Merdeka yang dimulai sejak tahun 2023,” ungkap Yohanes.

Walaupun masih tergolong produk baru dan membutuhkan pengembangan lebih lanjut, mesin injeksi manual ini menjadi batu loncatan untuk unit produksi SMK Mikael yang terdiri atas guru, siswa, dan industri. Pembuatan prototipe mesin injeksi ini berkolaborasi dengan industri, yaitu PT IGI ATMI Centre Surakarta, salah satu Unit Usaha di bawah Yayasan Karya Bakti Surakarta, Yayasan yang juga menaungi SMK Katolik St Mikael Surakarta.

Sebagai SMK yang unggul dalam bidang teknik pemesinan, SMK Mikael Surakarta menunjukkan hasil karyanya pada kegiatan Business Matching sebagai bentuk implementasi praktik baik. Yohanes pun turut menyebutkan bahwa kegiatan ini dapat membuka banyak kolaborasi baik antar sekolah maupun dengan industri. “Kami merasakan kegiatan Business Matching perlu karena menjadi sarana saling mengetahui potensi setiap SMK sehingga ada peluang kolaborasi antara satu dengan lainnya,” tutur Yohanes. Kegiatan Business Matching maupun pameran juga bermanfaat untuk kepercayaan diri siswa karena dapat meningkatkan motivasi. Jemmy Exellandrio, siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Mesin Industri, SMK Mikael Surakarta, juga merasakan dampak yang cukup signifikan dari adanya kegiatan ini. “Saya awalnya sedikit canggung jika tampil menjelaskan di depan umum. Tapi, dari kegiatan ini bisa sebagai bentuk latihan untuk juga melatih public speaking,” ujar Jemmy. Booth SMK Mikael pun cukup ramai dikunjungi, termasuk dari pihak Dinas Industri dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Pada kegiatan tersebut, SMK Mikael tidak hanya memamerkan Eco Medium Manual Injection Machine, tetapi juga karya siswa lainnya yaitu mesin CNC batik. (Zia/Cecep).

Home
Berita
Kontak
Galeri